DETAIL BERITA

Jamasan Pusaka Kayi Kenthong Robyong Bang - bang Wetan Jala Tengara

2019-06-15 12:25:37

Pada Hari Kamis, 13 Juni 2019 mulai pukul 21.30 sampai dengan 00.30 dilaksanakan rangkain kegiatan Jamasan Pusaka Kyai Kenthong Robyong Bang - bang Wetan Jala Tengara, yang merupakan hasil kolaborasi Dewan Kesenian Kota Blitar dengan Sanggar Pring Ngalih Pimpinan Ki Amang Pramoe Soedirjo yang sekaligus koordinator dan pemahat Kentongan Bang - bang Wetan Jala Tengara.

Jamasan yang dihadiri oleh Plt Walikota Blitar, Drs. Santos, MPd didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar Drs. Tri Iman Prasetyono, M. Si, pelaku seni dan budayawan Kota Blitar, juga rekan - rekan pelaku seni rupa dan Seniman Tradisional (Kaum Blangkonan) se Blitar Raya.

Drs. Santoso, MPd menyampaikan "apresiasi dan terima kasih yang sebasar - besarnya kepada warga masyarakat Kota Blitar terutama kepada Ki Amang Pramoe Soedirjo atas kerja keras nya sehingga Kyai Kenthong Robyong Bang - bang Wetan ini bisa terwujud, mudah - mudahan Kyai Kenthong Robyong Bang - bang Wetan Jala Tengara ini benar - benar dapat memberikan sebuah pemahaman tentang perjuangan Garuda sebagai lambang kejayaan yang terpahat di Kentongan tersebut".

Sementara itu Drs. Tri Iman Prasetyono, M. Si mengutarakan ,"Kyai Kenthong Robyong Bang - bang Wetan Jala Tengara ini terbuat dari Kayu Gada yang dulunya berada di halaman depan Istana Gebang, karena kena angin dan ambruk maka oleh rekan - rekan seniman pemahat Kota Blitar dibawah koordinasi dan pimpinan Ki Amang Pramoe Soedirjo akhirnya terwujud menjadi sebuah karya yang luar biasa."

"Pahatan yang ada di dalam Kentongan tersebut juga mengandung makna filosofi yang mendalam sehingga jika mampu disikapi dengan bijak akan menghasilkan sebuah perenungan yang luar biasa, karena dalam pahatan tersebut tergambar cerita Ramayana tentang perjuangan Garuda Jatayu saat berjuang menyelamatkan Shinta dari Rahwana" ulas Ki Amang Pramoe Soedirja

Kenthong Robyong Bang - Bang Wetan Jala Tengara, saat ini dan selanjutnya akan berada di Istana Gebang dan menjadi salah satu koleksi di sana, sehingga warga masyarakat dapat melihat dan merenungi cerita Ramayana yang terpahat di Kayu Gada tersebut.